Berbahagialah Bersamanya
Prolog
Untukmu seseorang yang jauh disana
Aku sudah melupakanmu .
juga semua harapan-harapan yang kau berikan padaku
sesekali aku membuka lembaran memori kenangan tentangmu.
walau lucu rasanya , karna aku tidak pernah menjadi apa apa dalam bagian hidupmu , hanya seseorang yang berusaha mendapatkan cintamu walau gagal pada akhirnya.
Bukan maksudku untuk mengenangmu.
Bukan.
Aku hanya ingin memastikan bahwa kali ini hatiku sudah baik-baik saja.
Tak ada lagi Sesak Dalam dada.
Ya
Jika dulu aku diselimuti oleh sesak dan isak,
Kini, telah Aku pastikan.
Sekali lagi, aku benar-benar sudah baik-baik saja, aku tak lagi labil dalam menyikapi luka,
Semua luka yang pernah ada memang pernah membuatku terjatuh.
Namaun aku sadar,
Luka tak selamanya tentang keterjatuh,
Namun tentang sebuah pembelajaran.
Aku belajar untuk tak menaruh harap sembarangan.
Aku belajar untuk mencintai tanpa mengharapkan balasan.
Aku belajar untuk tidak hanya meletakkan cinta kepada seseorang yang "hanya menurutku tepat"
Terima kasih karna telah memberiku harap walau sesa'at .
Dan, kali ini aku malas berkawan dengan harapan.
Biarlah doa yang kulangitkan dan menjadi penenang.
Muhasabah diri untuk menuju perbaikan.
Untukmu seseorang yang pernah menorehkan luka.
Semoga disana Kau baik-baik saja,
Terima kasih untuk sebuah perkenalan.
Terima kasih untuk sebuah cinta dan harapan yang pernah kau tawarkan.
Tak ku pungkiri bahwa kau adalah seseorang yang pernah teramat kusayangi.
Semoga kau mendapatkan seseorang yang lebih baik dari kuDariku, seseorang yang pernah menaruh harap lebih dan menempatkanmu pada patung hati
Aku sudah melupakanmu .
juga semua harapan-harapan yang kau berikan padaku
sesekali aku membuka lembaran memori kenangan tentangmu.
walau lucu rasanya , karna aku tidak pernah menjadi apa apa dalam bagian hidupmu , hanya seseorang yang berusaha mendapatkan cintamu walau gagal pada akhirnya.
Bukan maksudku untuk mengenangmu.
Bukan.
Aku hanya ingin memastikan bahwa kali ini hatiku sudah baik-baik saja.
Tak ada lagi Sesak Dalam dada.
Ya
Jika dulu aku diselimuti oleh sesak dan isak,
Kini, telah Aku pastikan.
Sekali lagi, aku benar-benar sudah baik-baik saja, aku tak lagi labil dalam menyikapi luka,
Semua luka yang pernah ada memang pernah membuatku terjatuh.
Namaun aku sadar,
Luka tak selamanya tentang keterjatuh,
Namun tentang sebuah pembelajaran.
Aku belajar untuk tak menaruh harap sembarangan.
Aku belajar untuk mencintai tanpa mengharapkan balasan.
Aku belajar untuk tidak hanya meletakkan cinta kepada seseorang yang "hanya menurutku tepat"
Terima kasih karna telah memberiku harap walau sesa'at .
Dan, kali ini aku malas berkawan dengan harapan.
Biarlah doa yang kulangitkan dan menjadi penenang.
Muhasabah diri untuk menuju perbaikan.
Untukmu seseorang yang pernah menorehkan luka.
Semoga disana Kau baik-baik saja,
Terima kasih untuk sebuah perkenalan.
Terima kasih untuk sebuah cinta dan harapan yang pernah kau tawarkan.
Tak ku pungkiri bahwa kau adalah seseorang yang pernah teramat kusayangi.
Semoga kau mendapatkan seseorang yang lebih baik dari kuDariku, seseorang yang pernah menaruh harap lebih dan menempatkanmu pada patung hati
-Yang Terakhir
Tidak Selalu Menyenangkan
Tidak Selalu Menyakitkan-
Musim
semi tahun keempat di Universitas, Keduanya saling berhadapan.
Mata mereka bertemu , satu penuh keluguan ,satu lagu penuh keteguhan.
Pemuda berambut ikal dengan kacamata tersebut dengan ketegangan penuh mulai berbicara.
Mata mereka bertemu , satu penuh keluguan ,satu lagu penuh keteguhan.
Pemuda berambut ikal dengan kacamata tersebut dengan ketegangan penuh mulai berbicara.
“Aku menyukaimu” Dua kata singkat .Terdengar samar,kata tersebut seolah membuat tuli gadis yang sangat mengidolakan Taylor swift itu.
Perih.Dia,Farhan,tahu
pasti jawaban apa yang akan didapatkanya.
“Maaf”itulah
awalnya.
Dia sudah membayangkan berbagai macam kata penolakan sebelum hari ini tiba, bahkan beberapa menit Sebelum ia berdiri di depan gadis tersebut sambil memegang gulungan formalitas tanda kelulusan yang baru saja didapatkannya
Dia sudah membayangkan berbagai macam kata penolakan sebelum hari ini tiba, bahkan beberapa menit Sebelum ia berdiri di depan gadis tersebut sambil memegang gulungan formalitas tanda kelulusan yang baru saja didapatkannya
Ia tahu
, kata maaf tersebut bukanlah sekedar bualan ,bagaimanapun
kelihatannya,bagaimanapun sikapnya ia tetaplah bisa menjadi seorang pemikir ,
berkuliah di Jurusan Sistem Infromatika Indera pemikirannya untuk berfikir
logis di berbagai keadaan.
Mungkin juga hal tersebut lah yang membuatnya tahu apa itu cinta , jika ia tidak mengenal cinta mana mungkin ia berkata :
Mungkin juga hal tersebut lah yang membuatnya tahu apa itu cinta , jika ia tidak mengenal cinta mana mungkin ia berkata :
“A-aku
tidak mencitaimu.”
Suaranya
sebisa mungkin tidak bergetar. Senyuman samar terlukis di paras rupawannya. Aku
tahu kau masih belum bisa melupakannya , ucap Farhan di dalam hatinya.
“Maaf
aku terlalu egois… “ Tutur Farhan
Iya tahu
sekali. Jauh di dalam lubuk hatinya ia sangatlah egois dan merasa bersalah karena melakukan, ia pura-pura tidak memahami
perasaan gadis yang berada didepannya , dan mungkin karena ini juga bisa
merusak persahabatan mereka berdua.
Farhan
masih terdiam , matanya sedari tadi memandang lurus penuh kehampaan. Kosong ia
tahu bahwa hal ini akan terjadi , ia tahu Nabila akan mengatakan tidak , ia
amat tahu.
Ia pikir ia dapat melewati ini dengan mudah , ia pikir tadinya ia akan tersenyum , menepuk pundak gadis itu , lalu berkata dirinya baik-baik saja dan jangan terlalu di pikirkan.
Tapi apa nyatanya. Sekarang ia membeku. Pikirnya melayang tanpa titik temu. Rasanya ingin jatuh tapi kaki nya seolah terpaku.
Ia pikir ia dapat melewati ini dengan mudah , ia pikir tadinya ia akan tersenyum , menepuk pundak gadis itu , lalu berkata dirinya baik-baik saja dan jangan terlalu di pikirkan.
Tapi apa nyatanya. Sekarang ia membeku. Pikirnya melayang tanpa titik temu. Rasanya ingin jatuh tapi kaki nya seolah terpaku.
“Setidaknya
aku sudah mengungkapkan nya kepadamu” Senyuman tulus Farhan keluarkan kepada
Nabila.Sudahlah jangan tampilkan raut sedihmu , tetaplah tersenyum anggaplah
hal ini tidak pernah terjadi. Ungkapnya sambil meyakinkan diri sendiri agar
tetap tegar
“Hubungi
dirinya” katakan kau menyukainya kerongkongan Farhan terasa kering , begitu
pula dengan matanya yang menahan kesedihan.
“Tapi
bagaimana dengan dirimu”. Dalam hati Nabila berkata , ia sadar bahwa selama ini
ia tidak bisa menentukan siapa yang harus didahulukan. Kedua nya adalah orang
yang paling ia sayangi , ia tidak pernah menghiraukan perasaan Farhan selama
ini terhadapnya.
“Sekarang
bukanlah waktu yang tepat , aku akan mengungkap kan perasaan ku ketika bertemu
langsung kepadanya “ . Ucap Nabila Spontan.
-Terlalu memberi harapan
Seminggu
berlalu. Ia masih belum bisa melupakan apa yang dikatakan Nabila kepadanya
waktu itu, namun ia juga tersadar. Sudah tidak ada harapan. Ia melihat dengan
kepalanya sendiri tahun lalu Nabila menuliskan sajak dan bercerita langsung
kepadanya tentang seseorang yang membuatnya jatuh cinta. Sajak itu bukan lah
untuk dirinya melainkan untuk orang lain.
Kali ini
ia sudah menyerah sudah cukup penolakan implisit untuknya. Farhan mulai
membayangkan mereka berdua berdampingan , ia tidak bisa selalu terjebak disini
oleh cinta pertamanya yang bertepuk sebelah tangan.
Farhan
tertawa, untuk dirinya. Tangan kananya bergerak mengusap kepala gadis itu
(dalam hatinya akhirnya aku bisa juga berbesar hati) ,sedangkan gadis itu hanya
terdiam sambil menatapi dirinya
“Sudahlah
Nabila , aku tidak apa-apa,sekarang pergi dan katakanlah kepadanya . Beritahu
dia tentang perasaanmu.
“Gadis
itu menyentuh tangan dikepalanya, ia turunkan begitu mudahnya , mata cokelat
terang milik gadis itu menatap mata Farhan.
“Terima
kasih banyak “serunya dengan suara lantang sambil tersenyum .
“Terima
kasih banyak , tanpamu aku tidak akan bisa bertahan sampai saat ini “ tangannya
masih melekat erat pada pemuda yang begitu ia sayangi tersebut (sebagai teman)
Perlahan
bulir-bulir air mata menetes dari sepasang kelopak milik Nabila , ia mengigit
bibirnya menahan suara isakan tangis .
Farhan disana semakin terpaku , ia genggam erat kedua tangan halus dengan jemari yang lentik itu untuk terakhir kalinya.
Farhan disana semakin terpaku , ia genggam erat kedua tangan halus dengan jemari yang lentik itu untuk terakhir kalinya.
“Jangan
habiskan air matamu” genggamannya mulai mengendur”
“ Kalau
aku jadi reza aku tidak suka dibuat menunggu seperti ini “ Farhan melepas
genggaman tangan itu .
-Selamat Tinggal !
Nabila
Menyeka air matanya , Sebuah senyum ceria terlukis di wajahnya .Gadis itu
menganggukan kepalanya berkali-kali.
“Aku
akan menghubunginya , aku akan mengatakan kepada Reza “ Suara nya sudah mulai
kembali normal .Salah satu hal yang Farhan kagumi dari gadis itu ialah , ia
sangat pandai menyembunyikan perasaannya .
“Terima
kasih telah meyakinkanku”
Nabila
tidak banyak bertannya , ia paham sekali dengan Farhan , ia tahu bahwa saat itu
Farhan sedang tidak ingin diganggu , maka dari itu ia segera mebalikan badannya
dan beranjak pergi.
Farhan
mundur beberapa langkah. Ia sandarkan punggunnya di pohon tempat mereka biasa
bercerita tentang hal-hal absurd yang mereka rasakan. Matanya masih mengikutin
punggung Nabila yang perlahan terlihat mengecil , secara bersamaan tanpa ia
sadari tanggannya terangkat sendiri , seakan-akan hendak memegang punggung
Nabila.
“Fa-Farhann…”
Suara itu , Muhammad Nughroho. Farhan mengangkat kepala nya ,mencari sumber
suara tersebut , ia melihat seorang pria sedang duduk di salah satu Wifi-Corner
di kampus mereka yang berjalan
mendekatinya .(nughroho adalah teman dekat Farhan semasa SMA dulu).
Farhan membuka mulutnya dan bertanya “sudah berapa lama kau berada disana”? sebenarnya Farhan tidak telalu perduli apakah Nughroho melihat hal yang baru ia alami tadi atau tidak , sebab sudah menjadi rahasia umum , bahwa ia memiliki cinta yang terjebak didalam FriendZone
Farhan membuka mulutnya dan bertanya “sudah berapa lama kau berada disana”? sebenarnya Farhan tidak telalu perduli apakah Nughroho melihat hal yang baru ia alami tadi atau tidak , sebab sudah menjadi rahasia umum , bahwa ia memiliki cinta yang terjebak didalam FriendZone
Tanpa
menjawab pertanyaan Farhan tadi , Nugroho berbalik bertanya.
“Kapan kau akan meninggalkan Indonesia ?” pertanyaan itu sontak membuat kaget Farhan , sebab ia tidak pernah memberi tahu siapapun , kalau dirinya akan melanjutkan Pendidikan S2 nya di luar negri, Eropa tepatnya ,Walau begitu Farhan masih sama seperti sebelumnya menanggapi hal tersebut dengan santai tanpa ingin tahu siapa yang memberitahukan nugroho hal tersebut.
“Kapan kau akan meninggalkan Indonesia ?” pertanyaan itu sontak membuat kaget Farhan , sebab ia tidak pernah memberi tahu siapapun , kalau dirinya akan melanjutkan Pendidikan S2 nya di luar negri, Eropa tepatnya ,Walau begitu Farhan masih sama seperti sebelumnya menanggapi hal tersebut dengan santai tanpa ingin tahu siapa yang memberitahukan nugroho hal tersebut.
“Hmm
kepo deh ah “ Farhan segera beranjak dari batang pohon yang ia sandarkan tadi
dan berkata lagi kepada nugroho “ Jangan beri tahu siapapun”
Nugroho
terdiam , hanya menggelengkan kepalanya sambil mengerutu. Ia melihat sobat
karibnya berjalan pergi meninggalkannya, suara langkah kakinya mulai menghilang.
Namanya cinta mau mau sedekat apapun belum tentu kau bisa memilikinya , Nugroho gerutunya .
Namanya cinta mau mau sedekat apapun belum tentu kau bisa memilikinya , Nugroho gerutunya .
Seorang
pria berjalan di tengah dingin dan gemerlapnya kota Roma. Ia eratkan syal yang
mengikat lehernya , lalu kemudian kedua tanganya memeluk erat dirinya.
Pakaiannya sudah berlapis-lapis.Penghangat telinga sudah digunakan , tapi tetap saja dingin nya kota Roma masih mengalahkannya .
Pakaiannya sudah berlapis-lapis.Penghangat telinga sudah digunakan , tapi tetap saja dingin nya kota Roma masih mengalahkannya .
Mata
hitamnya melirik beberapa pasangan yang berjalan bergandengan disekitarnya.
Melihat mereka bercanda, tertawa bahagia bersama ia mengingat Sahabatnya .
“Bagaimana Kabarnya” semoga kau berbahagia bersamanya.
Sudah satu lebih Farhan tidak memberikan kabar kepada sahabatnya di perkuliahanya dulu . Ia rasa saat ia kebali nanti ocehan dan omelan akan datang sehingga membuat telinganya panas.
“Bagaimana Kabarnya” semoga kau berbahagia bersamanya.
Sudah satu lebih Farhan tidak memberikan kabar kepada sahabatnya di perkuliahanya dulu . Ia rasa saat ia kebali nanti ocehan dan omelan akan datang sehingga membuat telinganya panas.
Reza
tertawa kecil di balik syalnya yang tebal, ia percepat langkahnya menuju sebuah
café yang berada tidak jauh di depanya , suara gemerincing bel terdengar ketika
ia mebuka pintu café tersebut.
Setelah berdiri beberapa saat dengan mata yang bergelincir kemana-mana untuk mencari meja yang kosong akhirnya Reza kembali berjalan.
Setelah berdiri beberapa saat dengan mata yang bergelincir kemana-mana untuk mencari meja yang kosong akhirnya Reza kembali berjalan.
Disana
ia melihat seorang gadis berambut pirang , dengan wajah putih dengan sedikit
bintik merah serta mata biru khas orang-orang Eropa yang sedang duduk menghadap
jendela di hadapannya.
“Maaf
membuatmu menunggu” Reza menurunkan syalnya , sebuah senyum keluar darinya yang
kali ini tidak terhalang oleh syal
Gadis
tersebut menoleh kearahnya sambil berkata “ Tidak apa-apa selagi kau yang
membayar bill “ sebuah senyum miring dengan antusias yang tinggi membuat Reza
tidak bisa menahan tawanya saat itu,mereka membuka pembiacaraan dengan penuh
tawa.
Dua
tahun lagi Reza akan membawa gadis ini ke Negara asal nya untuk ia perkenalkan
kepada rekan lamanya .Dalam hati Reza bertanya apakah berita pernikahan mereka
akan lebih datang dari yang ia perkirakan ( Reza berspekulasi hal itu tidak
akan terjadi karna ia tahu bagaimana sifat sahabatnya)
Dua
tahun lagi ia berharap bisa melihat gadis yang pernah mengisi hatinya dulu ,
mengenakan kebaya dengan pasangan yang ia cintai.
“Dua
tahun lagi kamu mau ke Indonesia?” tanya Reza kepada gadis yang berada
didepannya sambil menutup buku menu dan memanggil pelayan
“Indonesia,
Negaramu ?” Gadis itu terdiam cukup lama
, saat ia hendak menjawab pelayan sudah datang menghampiri mereka dan
menanyakan apa yang ingin dipesan, tak lama pelayan itu pergi dan mata gadis
itu kembali mengarah kepada Reza.
“Tentu
saja aku mau “ , Aku saat ingin Negaramu tentu saja
“Bibirkanya
melengkungkan senyuman manis” Syukurlah kau sudah mau kembali kesana tutur
gadis itu , tapi kenapa harus Dua tahun lagi ? Minggu depan kita sudah liburan
musim dingin dan tahun baru , kurasa itu sudah menjadi waktu yang tepat untuk
kembali kesana mengunjungi Sahabatmu.
“Gadis itu memanggu dagunya”
“Akan
Kupertimbangkan” Tutur Reza .
Mungkin
tidak jadi dua tahun lagi , mungkin saja minggu depan , bulan depan atau esok
Reza akan kembali ke negaranya .
Ia
berharap jika saat itu tiba , dirinya sudah siap hati dan pikiran.
Ia tidak ingin mempermalukan Gadis pilihannya ini saat ia mengunjungi Sahabtnya nanti
Ia tidak ingin mempermalukan Gadis pilihannya ini saat ia mengunjungi Sahabtnya nanti
Berbahagialah Bersamanya
Reviewed by Agung Kurniawan
on
December 13, 2018
Rating:

ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
ReplyDelete